Pemain Bukan Komentator

Iosi Pratama

on July 1, 2018


Oleh Dewa Eka Prayoga (Kang Dewa) Sekarang ini lagi demam Piala Dunia. Anda jagoin negara mana? Kalau Saya, jagoin Italia. Sayang, gak lolos Piala Dunia. Haha. Jadi, dukung yang menang aja deh. ? By the way, tahu gak, siapa pemain termahal yang main di Piala Dunia? Nih datanya:

Harry Kane: Rp 3,3 triliun.

Neymar: Rp 3,24 triliyun.

Kylian Mbappe: Rp 3,068 triliyun.

Lionel Messi: Rp 3 triliyun.

Mohamed Salah: Rp 2,5 triliyun.

Christiano Ronaldo: Rp 2 triliyun.

Kevin De Bruyne: Rp 1,8 triliyun.

Eden Hazard: Rp 1,7 triliyun.

...dan masih banyak lagi. Pertanyaannya, apa kesamaan mereka? Hayooo... ? Jawabannya sederhana, mereka sama-sama pemain. ? Ya, #PEMAIN, bukan #KOMENTATOR. Karena pemain selalu dibayar lebih mahal dibanding komentator. Begitupun kita, pengusaha. Akan selalu ada orang yang nyinyirin kita. Akan selalu ada orang yang mencibir kita. Akan selalu ada orang yang ngomentarin kita. Biarin aja. Selama niat kita lurus... Selama niat kita luas... Ayo terus lanjutkan setiap usaha dan niat baik kita dalam berwirausaha. Selama halal, legal, hajar! Gak usah baper dengan cibiran orang. Gak usah nyerah dengan omongan orang. Gak usah pundung dengan nyinyiran orang. Biarkan. Komentator tugasnya memang hanya berkomentar, bukan melakukan perubahan... Itulah kenapa, komentator bayarannya gak seberapa, dibandingkan pemain di atas lapangan. Semahal-mahalnya bayaran komentator, gak akan melebihi bayaran pemain, khususnya pemain berkelas... Yang terus berlatih setiap hari... Yang terus berjuang menggapai mimpi... Yang terus berusaha mencatatkan prestasi... Ya, jadilah pemain berkelas. Bermimpi kelas dunia. Bermental baja. Beraksi nyata. Tahan banting. Tahan cemoohan. Tahan cibiran. Gak baperan. Gak gampang nyerah. Gak mudah putus asa. Terus berjuang. Terus berlatih. Hingga prestasimu berhasil membungkam omongan buruk orang terhadapmu! ? Saling mendoakan ya....