Kesan pertama kali menggunakan RedDoorz

Iosi Pratama

on July 2, 2019


Saat tulisan ini mulai ditulis, waktu menunjukkan pukul 03.47 pagi dan saya baru saja tiba di kamar RedDoorz yang saya pesan. Oh iya by the way ini di Jakarta, tepat nya di daerah tanah abang. [caption id="attachment_1422" align="alignnone" width="600"]Bokingan RedDoorz Bokingan saya[/caption] Saya memilih RedDoorz tak lain karena kemarin saat saya memesannya mendapat diskon atau istilahnya harga yang menurut saya sangat terjangkau. Saya dapat sekitar Rp 289.000 untuk 3 malam. Kalau saya hitung perhari nya hanya sekitar 96 Ribu. Cukup murah bukan? Terakhir cek Airy masih sekitar 150 an per malam.

Lalu bagaimana kesan pertama saat tiba di kamar tersebut?

Disini saya mencoba menulis beberapa kesan pertama yang rasakan memilih RedDoorz sebagai tempat peristirahatan.

Security 24 Jam

Karena saya tiba di Jakarta baru sekitar jam 3 pagi. Kemudian sholat dan di Mushola bebeberapa saat. Setelah itu saya memutuskan untuk langsung menuju ke lokasi penginapan. Singkat cerita Grab sudah masuk di St Senen jadi tanpa keluar langsung pakai GrabNow. 10-15 menit, saya telah sampai di lokasi. Saya menyiapkan screenshot bookingan lalu mendekat di depan pintu, dan ternyata benar langsung ada seseorang yang bertanya "Mau kemana mas?" dibalik gerbang yang ternyata itu security. Saat saya menunjukkan screenshot bokingan tersebut, security langsung tahu dan menunjukkan saya ke arah resepsionis.

Proses di Resepsionis

Di resepsionis setelah kita menunjukkan bookingan. Dia (Resepsionisnya) menginputkan satu-satu booking ID saya. Agak panjang sih 17 angka, spontanitas saya bertanya kenapa nggak pakai scan qr code gitu yaa agar lebih praktis. Kemudian saya mengisi formulir guest house satu lembar yang berisi data pribadi. Setelah itu diminta untuk deposit 100 Ribu dan akan dikembalikan saat check out. Saya masih bertanya-tanya apa tujuan dari sistem deposit ini. Setelah selesai saya dapat kunci kamar dan ... saya dapat kamar di lantai 3.

Jalan ke Lantai 3

Tangga nya nggak terlalu tinggi, jadi cepat sampai. Selain itu saya perhatikan desain interior nya bagus banget.

Kamar

[caption id="attachment_1424" align="alignnone" width="600"]

RedDoorz - Kasur

Keadaan kamar sudah saya acak-acak, awalnya rapi[/caption] Saat saya tiba di kamar, lampu saya nyalakan dan taraaa. Kasur / spring bed nya bersih dengan warna merah dan putih ala RedDoorz. Ada 2 bantal besar dan 1 bantal kecil. Selain itu juga ada selimut dan 2 handuk. Untuk guest mendapat air mineral dan tas kecil RedDoorz yang berisi sikat gigi, pasta gigi, sisir rambut, dan kresek. Kamar mandi bersih. Shower toilet dan kaca didalam. Air juga lancar. [caption id="attachment_1423" align="alignnone" width="600"]

RedDoorz - Kamar Mandi

Kamar Mandi dan toilet[/caption] Colokan ada 2, 1 di meja dan 1 kali di dekat kasur. Oh iyaa ada meja dan kursi. AC, waktu saya masuk sudah dalam keadaaan on. Jadi dingin banget lantainya. Kemudian lemari yang bagus dalam keaadan kosong didalam. Fasilitas lain seperti TV, cermin Oh iyaa nggak ketinggalana disini Wifi nya cukup lancar dan cepat. Jadi enak untuk melakukan hal-hal yang produktif.

Menurut saya tentang RedDoorz

Dari segi pelayanan RedDoorz cukup baik. kemudian dari segi tata letak ruangan yang didalam kamar pun menurut saya ini sudah di desain dan dimatangkan karena fasilitas-fasilitas yang dibutuhkan disediakan disini. Bahkan instruktsi kalau mau menelfon respesionis atau security juga bisa dari kamar melalui telepon yang disediakan. Selain itu dengan harga yang saya sebutkan diatas, kualitas RedDoorz worth it. Artinya saya puas. Ini setara dengan hotel bintang 4 lah.

Apa yang bisa ditingkatkan

Bagi muslim yang ada keinginan sholat sunnah maupun wajib dikamar, disini belum ada sajadah ataupun penunjuk arah kiblat. Darisini saya beramsumsi bahwa kamar memang dikhususkan untuk istirahat padahal masih ada ruang yang cukup.