Cara investasi aman disegala situasi ala Permanent Porfolio

Iosi Pratama

on June 6, 2020


Salah satu buku investasi yang cukup bagus bagi saya adalah buku Permanent porfolio yang ditulis oleh Craig Rowland dan Mike Lawson. Buku tersebut ide besar diusulkan bagaimana strategi investasi yang bisa kita lakukan, bagaimanapun situasi perekonomian disuatu negara, investasi kita masih aman atau tidak terlalu merugi.

Ini cocok untuk diterapin bagi kita yang ingin investasi namun masih kebingungan ingin investasi kemana, belum punya pilihan investasi yang pasti karena keterbatasan pengetahuan yang kita miliki.

Baiklah mari kita kupas apa yang dibahas dibuku Permanent Portfolio melalui tulisan singkat saya ini.

Didunia ini terdapat siklus situasi-situasi yang mempengaruhi nilai dari sebuah investasi cukup signifikan. Ada 4 situasi spesifiknya yaitu Resesi, Inflasi, Deflasi, Prosperiti.

Resesi

Resesi adalah sebuah situasi dimana masyarakat disuatu negara mengalami kemunduran daya beli. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, salah satunya hutang dimasa lalu yang terlalu banyak atau banyaknya phk yang terjadi sehingga menyebabkan banyak orang tidak mampu membeli barang-barang dibutuhkan.

Contohnya bisa kita lihat saat beberapa bulan yang lalu saat ekonomi Indonesia lockdown karena pandemi corona lalu banyak sekali karyawan yang di phk.

Nilai yang penting saat resesi adalah uang cash atau suatu instrument investasi yang mudah diuangkan.

Siapa yang punya uang cash lebih banyak biasanya berkesempatan survive lebih besar. Atau bahkan dengan punya cash yang banyak, seseorang bisa membeli barang atau properti dibawah harga standar dimana ini berpotensi menguntungkan ketika dijual di masa depan.

Inflasi

Inflasi adalah suatu situasi dimana nilai mata uang menurun. Contoh yang jelas adalah ketika tahu uang rupiah kita nilai nya membesar saat dibandingkan dengan mata uang dollar dimana awalnya sekitar 13 ribuan menjadi 14 ribu bahkan lebih akhir-akhir ini.

Semakin besar nilainya terhadap dollar berarti nilai mata uang semakin turun.

Inflasi sendiri adalah penyebab harga setiap barang naik setiap tahun.

Berbicara tentang investasi saat inflasi, emas adalah instrumen yang kuat melawan inflasi karena nilainya yang stabil.

Saat inflasi, harga emas akan ikut naik. Jadi emas adalah investasi yang perlu dilakukan untuk jaga-jaga inflasi

Deflasi

Selanjutnya adalah Deflasi. Kebalikan dari inflasi, deflasi adalah sebuah situasi dimana nilai mata uang meningkat.

Saat rupiah menguat terhadap mata uang negara lain.

Investasi yang pas saat deflasi adalah obligasi atau surat hutang negara karena negara akan membayarkan bagi hasil ke kita dan nilainya yang akan meningkat.

Prosperity

Yang terakhir adalah prosperity. Prosperity adalah situasi dimana suatu peradaban atau negara mengalami kemajuan yang cukup pesat ditandai dengan bergeraknya ekonomi dan bermunculannya usaha-usaha baru, atau usaha lama yang semakin besar.

Investasi yang menguntungkan saat situasi ini adalah saham. Berkembangnya suatu perusahaan dan ketika perusahaan tersebut menghasilkan laba yang cukup besar maka investor saham akan merasakan manfaat yang paling besar.

Selain dari bagi hasil tiap tahunnya atau biasa disebut dividen, Investor saham diperusahaan akan mengalami peningkatan nilai dimana ketika saham tersebut dijual maka akan menghasilkan keuntungan yang lumayan.

Kalau saya punya uang 1 juta kemana saya sebaiknya berinvestasi?

Oke, selanjutnya setelah mengatahui 4 kemungkinan situasi yang bisa saja terjadi disuatu negara, selanjutnya buku permanent porfolio membahas tentang bagaimana presentase yang sebaiknya diterapkan saat berinvestasi.

Dibuku tersebut menyarankan untuk memiliki 25% dari setiap intrument.

25% Sesuatu yang likuid, bisa dijadikan cash dengan cepat

25% Emas untuk menjaga dari inflasi

25% Obligasi dan Surat Hutang Negara

25% Saham

Jadi menjawab pertanyaan yang diatas, saat kamu punya uang 1 juta. Cara aman yang bisa kamu lakukan adalah membaginya menjadi 4, lalu berinvestasi di instrument masing-masing 25%.

Apakah saya menggunakan strategi permanent portfolio?

Permanent portfolio bagus untuk membuka mata saya tentang situasi-situasi yang mungkin terjadi disuatu negara yang mempengaruhi investasi.

Sangat membantu sebagai fondasi untuk berinvestasi jangka panjang.

Tentang 25% disetiap instrument investasi, untuk saat ini saya masih belum menerapkannya.

Kebanyakan investasi saya masih emas, reksadana saham, dan peer to peer landing.

Walaupun presentasenya bukan 25% namun saya memiliki investasi di keempat instrument tersebut.

Tulisan ini ditulis menggunakan laptop teman saya, Nawa namanya. Saat berada di kos dia.