14 Juli 2025

Berkabar 33: Menunda Kesenangan

Halo temen-temen 👋

Senang banget bisa Berkabar lagi.

Kalau ada satu skill atau kebiasaan yang menurutku bisa membantu kita ontrack dan lebih cepat mencapai tujuan, itu adalah delayed gratification.

Delayed gratification itu tentang menunda kesenangan jangka pendek demi manfaat yang lebih besar di masa depan. Ini masih nyambung sama topik newsletter minggu lalu soal progress in silence—dua hal ini memang satu paket.

Dengan menunda kesenangan, kita bisa lebih fokus belajar, membangun skill, dan pelan-pelan bergerak ke arah yang kita mau.

Jujur aja, nggak gampang buat disiplin dan nahan diri dari godaan-godaan kecil—entah itu scrolling medsos, nonton series, atau sekadar rebahan. Tapi aku percaya, kebiasaan kecil kayak ini yang nantinya bikin perbedaan besar. Kadang, progress yang paling terasa justru datang dari keputusan-keputusan kecil buat tetap konsisten, walaupun nggak ada yang lihat.

Menunda kesenangan bukan berarti hidup jadi kaku atau nggak boleh have fun sama sekali. Tapi lebih ke soal tahu prioritas, dan berani milih mana yang benar-benar penting buat masa depan kita. Kalau sekarang kita bisa tahan sedikit, nanti kita bisa nikmatin hasilnya lebih lama dan lebih puas.

Jadi, kalau kamu lagi berjuang buat disiplin, belajar skill baru, atau ngejar mimpi, nggak apa-apa kok kalau harus nahan diri dari hal-hal yang instan. Percaya aja, semua usaha itu bakal terbayar di waktu yang tepat.


Link dan Inspirasi mingguan

  • 🔗 Website. Awesome Prompt berisi referensi bagaimana menulis prompt untuk berbagai kebutuhan.

  • 🧑 Profil. Pavel Durov: yg bikin telegram adalah salah satu orang yg aku look up to. banyak sekali value yg pelajari dengan kepoin tulisan, interview, dan talk nya.

    • Hidup minimalis. Dengan net worth sekitar 15 milyar dollar, dia tidak membeli rumah dan barang-barang lainnya layaknya kebanyakan orang. Menurutnya, what you own eventually owns your time.

    • Fokus ke 1 hal (bagi dia telegram) dan eliminiasi hampir semua distraksi yg ada. Bahkan di interview, dia tidak terlalu terikat dengan hp.

    • Pentingnya tidak tergantung dengan platform atau pihak luar. Dia pro banget sama solusi desentralisasi seperti crypto.

    • Tidak berkompromi untuk mempertahankan prinsip banyak tekanan.

    • dan masih banyak lagi.

  • 📁 Desain portofolio. Iqbal Aqaba: Mas Iqbal baru saja update portfolionya. Menurutku cukup sederhana dan mampu straight forward ngasih tahu apa yg dia kerjain ke calon klien.

  • Aplikasi. Simplenote, aplikasi buatan Automattic yang aku pake buat nulis sebelum akhirnya aku publish ke blog atau newsletter. Gratis dan bisa sync di iphone dan mac.

  • Twitter Thread. Proses membuat dan menjual template framer dari Lazar Filipovic.


Highlight ku minggu kemarin:

  • Benarkah bitcoin zero sum game seperti kata Ferry Irwandi? Kemarin aku sempet nulis pendapatku disini.

  • Minggu ini aku ada kerjaan untuk implementasi website yang udah aku desain. Kita pake framer sebagai stack nya. Karena aku ngga expert, jadinya belajar lagi foundation dan best practice nya.


Sekian untuk kali ini yaa.

Sampai juga di berkabar berikutnya.

Thanks for reading! Subscribe for free to receive new posts and support my work.