Sesekali gapapa hari ini tidak lebih baik daripada kemarin

Iosi Pratama

on April 5, 2020


Kalau kamu lagi ngerasa bosan, gelisah, buntu mau melakukan apa hingga terjebak diaktivitas tak menentu. Gapapa. Itu wajar. Lanjutkan saja. Kamu punya banyak impian, bahkan punya daftar priotas hal yang seharusnya kamu lakukan namun tiba-tiba saat ini entah kemana hilangnya semangat yang sebelumnya pernah ada itu. Pernah dengar kata motivasi atau quotes yang bunyi nya kira-kira ini kah

Hari ini harus lebih baik daripada kemarin.

Saya yakin kamu familiar dengan quotes diatas. Masalahnya tidak ada lanjutan dari quotes tersebut yang menjabarkan arti lebih baik itu seperti apa sehingga bisa aja makna lebih baik mu berbeda lebih baik saya. Gimana mau lebih baik kalau kita aja nggak paham arti sesungguhnya dari kata lebih baik. Apakah lebih baik itu berupa material yang bisa diukur seperti harta kita? atau misalnya dalam menulis berapa banyak tulisan? Apakah benar hari ini harus lebih baik daripada hari kemarin? Kalau quotes itu diterapin seiringnya waktu tentu manusia telah menjadi manusia sempurna tanpa kesalahan sedikitpun. Namun kenyataannya tidak begitu. Sebagai manusia yang memiliki perasaaan dan emosi, kadang semangat dan mood kita sangat ditentukan oleh suasana atau berbagai faktor yang tak terduga. Ada saatnya kamu merasa begitu antuasias dan semangat dalam melakukan suatu hal sehingga hal-hal yang sebelumnya terlihat sulitpun bisa kamu lakukan dengan mudah. Puncaknya kamu merasa begitu termotivasi. Namun kadang pula keesokan hari nya karena satu atau lain hal bisa saja kamu kurang begitu antusias. Semua motivasi jadi hilang. Terjebak di aktifitas kurang produktif seperti menonton tv, main game, terus menerus mantengin status WA orang lain. Itu semua dilakukan dalam waktu berjam-jam bahkan seharian. Mengacu pada quotes "

" Tentu kamu telah gagal menjelankannya. Lalu gimana dong. Baik, sebelum kita jauh melanjutkan. Kita mari kita lihat bagan yang mempresentasikan hari ini lebih baik daripada hari kemarin.

Bagan 1

Dengan persepsi diatas, kamu akan ditekan dengan perasaan harus lebih baik. Bisa saja kamu malah membandingkan dengan pencapaian orang lain, lalu saat melihat pencapaian mu saat ini, kamu merasa kurang, gagal, perasaan belum cukup baik lainnya. Hal tersebut terus menerus terjadi hingga tak pernah selesai. Bukan dampak baik yang akan kamu terima, malahan sebaliknya.

Lalu bagaimana alternative nya?

Baiklah, kita simak bagan kedua.

Bagan 2

Dibagan yang kedua ini emosi dan produktivitas kita dilambangkan naik turun seiring berjalannya waktu. Kadang lagi diatas yang berarti sedang termotivasi, kadang juga dibawah yang berarti sedang stuck dan down. Menurut saya itu lebih make sense atau masuk akal. Sesekali boleh melupakan impian. Sesekali boleh bermalas-malasan. Hari ini nggak harus lebih baik daripada kemarin. Gapapa. Karena nantinya kamu akan jauh melewati lebih baik daripada hari-hari sebelumnya. Pergerakannya naik turun namun dalam jangka waktu yang panjang pergerakannya tetap naik yang menandakan walaupun kadang ada hari dimana hari itu tidak lebih baik daripada hari kemarinnya, Kamu tetap menjadi kamu yang lebih baik daripada kamu yang sebelumnya dikemudian hari.