Pelajaran berharga setelah mengikuti program Santri Kilat

Iosi Pratama

on July 1, 2017


Ramadhan kali ini, saya mendapatkan pengalaman yang berbeda dari ramadhan sebelum-sebelumnya.

Hal ini tak terlepas dari program Pesantren Ramadhan yang saya ikuti di Pondok Pesantren Al-Khoirot, Malang.

Pondok Pesantren Al Khoirot adalah perpaduan pesantren salaf dan modern. Salah satu pesantren terbaik di Indonesia dari yang saya baca di beberapa blog.

Program Santri Kilat dilaksanakan selama 15 Hari dibulan ramadhan. Tanggal 1–15 Ramadhan.

Tapi saya berangkat ke pondok pada tanggal 23 Mei 2017. 4 Hari sebelum ramadhan.

Sebetulnya saya terlalu cepat untuk datangnya. Beberapa pengurus pondok juga ngomong hal sama.

Karena program baru dimulai tanggal 1 Ramadhan. Pengurus pun belum siap untuk kedatangan Santri Kilat.

Namun hikmah dibalik itu, saya jadi tahu kondisi pondok terlebih dahulu. Selain itu saya juga yang lebih akrab dengan santri reguler disana.

Karena saya satu kamar dengan santri dewasa. Itu membuat kita banyak berbagi pengalaman dan ilmu dalam kamar.

Kenapa saya mengikuti program pesantren ramadhan ini?

Bagi saya ceritanya cukup panjang dan kompleks serta saling berkaitan satu sama lain. Saya pelajar yang baru lulus SMK jurusan RPL / Software Engineering. Rencana saya kalau Allah meridhoi saya dapat melanjutkan belajar di Singapore untuk S1.

Selain itu, passion saya di bidang Technology, Entrepreneurship, dan Leadership.

Semuanya berhubungan dengan orang lain terutama di leadership. Bagi saya, kemampuan saya dalam mengontrol diri sendiri sangat penting sebelum mengontrol orang lain.

Di satu sisi. Karena bidang saya juga berhubungan dengan teknologi, mau nggak mau juga berhubungan dengan media online. Dan akhir-akhir ini banyak isu-isu agama bertebaran di media online.

Menurut saya semakin ricuh nya isu agama di media online disebabkan semakin banyaknya ruang bicara bagi orang yang ilmu agamanya masih dangkal.

Dunia akan semakin hancur kalo orang bodoh banyak ngomong.

Dan saya bener-bener merasa sangat bodoh dan lapar akan belajar banyak hal terutama ilmu agama.

Selain itu, mengikuti program pesantren ramadhan juga dalam misi mencari jadi diri. Kenapa saya dilahirkan di dunia ini. Seperti apa saya di masa yang akan datang. Akan menjadi orang bagaimana. Dan apa yang dapat saya perbuat dalam berkontribusi untuk kehidupan yang lebih baik.

Hal-hal yang kita pelajari disana adalah ilmu-ilmu yang dipakai setiap muslim dalam kehidupan sehari-hari.

Dan perpaduan ilmu inilah yang kita perlukan sebagai sudut pandang untuk melihat dari segala hal yang ada di dunia.

Bukan salah satu, ataupun sebagian.

Pelajaran wajib yang santri kilat ikuti adalah

Tassawuf

Fiqih

Tauhid

Selain itu ilmu-ilmu penting seperti bagaimana membaca al Qur’an secara tartil juga menjadi pelajaran bagi Santri Kilat.

Setiap jam 1 Siang biasanya kita mengikuti pengajian Ahlusunnah Waljamaah dari salah satu pengasuh pondok. Dari informasi beberapa santri reguler, pengasuh ini adalah favorit curhat bagi santri ketika memiliki permasalahan dan nantinya akan diberikan amalan-amalan untuk solusinya.

Ahlusunnah Waljamaah adalah islam yang kita pakai di Indonesia. Islam yang telah disusun ulama-ulama terdahulu sebelum kemederkaan seperti K.H Hasyim Ashari.

Kalo hukum islamnya. Kita bermadzab ke Imam Syafi’i. Dan dalam beberapa hal khusus juga bermadzab ke Imam Hambali, Imam Hanafi, dan Imam Maliki.

Pelajaran berharga setelah mengikuti program santri kilat

Pelajaran berharga ini adalah hasil dan saya mengamati kehidupan di pondok dan juga nasehat yang saya dapatkan.

Dan pelajaran setiap pelajaran yang berharga selalu berkaitan satu sama lain.

Dan setiap pelajaran. Butuh proses dan waktu seumur hidup untuk menerapkannya dalam diri kita masing-masing.

Pelajaran 1 : Bedakan mana yang baik — mana yang buruk — dan mana yang meragukan

Dalam islam ada istilah Syubhat. Adalah suatu hal yang masih belum jelas halal haramnya. Dan kita sebaiknya menghindari hal-hal yang syubhat ini.

Dan yang harus kita bener-bener yakin dalam kehidupan ini adalah setiap hal baik yang berhubungan dengan kita adalah hasil perbuatan baik yang berhubungan dengan kita.

Sebaliknya.

Setiap hal buruk yang menyeret kita ke masalah tersebut, karena andil kita juga dalam perbuatan buruk atau perbuatan yang belum jelas hukum baik dan buruknya.

Pelajaran 2 : Jujur tanpa kompromi

Jujur adalah tingkatan tinggi dalam derajat manusia. Bukan untuk dipuji, bukan untuk masuk majalah, koran, ataupun dimanapun.

Tapi jujur adalah sifat sejati seorang manusia.

Dan saya tekankan lagi. Untuk membiasakan jujur memang butuh waktu dan proses.

Bagi saya sendiri hingga saat ini, memang dalam beberapa hal masih belum jujur.

Sebagai seorang yang menggunakan laptop sebagai kegiatan sehari-hari. Dan posisi saya sebagai blogger dan Programmer. Tentu beberapa program / software yang seharusnya saya beli untuk menggunakannya, saya masih menggunakannya dengan cara crack.

Dan kedepannya dan secepatnya saya akan berusaha membeli ataupun kalo belum bisa membeli menggunakan yang free atau open source.

Jujur tanpa kompromi adalah jujur sejujurnya. Walaupun bagi kita menguntungkan, tapi kalau didapat dengan cara tidak jujur. Pasti ada dampak buruknya dibelakang.

Pelajaran 3 : Gaya hidup sederhana

Sederhana berbeda dengan miskin. Karena salah satu Rukun islam adalah berhaji. Haji membutuhkan kita mempunyai harta lebih.

Sederhana adalah sebuah gaya hidup dimana kita bener-bener yakin kalau semua harta yang kita miliki adalah titipan tuhan.

Kalau kamu menitipkan barang ke seseorang. Dan orang itu mampu mengelola barang itu dengan baik. Tentu kamu akan semakin percaya ke seseorang tersebut. Dan mau menitipkan barang di lain waktu.

Sebaliknya.

Kalau kamu menitipkan barang ke seseorang. Namun seseorang tersebut menggunakan untuk hal-hal yang kurang baik. Maka di lain waktu kamu tentu tidak menitipkan barang ke orang tersebut lagi.

Hidup sederhana tentang bagaimana kita menyikapi semua ada pada diri kita dengan baik.

Sesaat foto — foto sebelum kepulangan. Program Pesantren Ramadhan 2017 Pondok Al Khoirot Malang.