Kalo tujuannya komunikasi, kenapa harus import ?

Iosi Pratama

on January 13, 2018


Lama nggak nulis karena banyak tugas yang saya prioritaskan untuk diselesaikan terlebih dahulu , dan saat ini saya sempatkan untuk menulis apa yang ada di pikiran saya saat ini. Judul tulisan diatas “Kalo tujuannya komunikasi , kenapa harus import ?” entah saya mendapat kata ini darimana , tiba-tiba spontan gitu aja keluar dari mulut saya. Sebelumnya, saya mau bilang kalo artikel ini bukan artikel promosi dan saya tidak dibayar pihak manapun untuk menulis artikel ini. Jadi ingat yaa, bukan promosi. Oke, selanjutnya saya mau ngomong sebentar tentang negara tetangga Asia yang sekarang sedang cekcok dengan Indonesia tentang pencurian ikan di pulau Natuna. Yupz, Cina adalah negaranya. Nagara kelahiran istri sang founder Facebook. Cina dulu tidak beda jauh dengan Indonesia; negara miskin dan korupsi meraja lela. Berkat perjuangan untuk mengubah itu semua, akhirnya sekarang apa yang dibilang Chinese Dream untuk menguasai perdagangan dunia mungkin sudah kelihatan dari produk-produk cina yang bertebaran di seluruh dunia bahkan Apple pun salah-satu pabrik nya berada di Cina . Kenapa Cina bisa sebesar sekarang? Salah satu penyebabnya menurut saya adalah karena kuatnya mental mereka untuk berani percaya diri menggunakan produk dalam negeri nya walaupun tidak sebagus buatan negara Amerika dkk . Pembahasan saya kali ini tentang Social Media. Amerika punya Facebook yang sangat populer untuk berkomunikasi antar teman. Seluruh dunia pun menggunakan. But, wait, bagaimana dengan Cina? Lebih banyak mereka menggunakan social media Qzone. Twitter sangat memudahkan kita mengirim pesan cepat dan warga Indonesia sangat suka mengagumkannya. Tapi Cina? Mereka juga percaya dapat menciptakan aplikasi pesan cepat yang dapat digunakan untuk warganya sendiri. Begitu kuatnya industri social media di Cina. Lalu bagaimana dengan Indonesia? Negara dengan penduduk terbesar ke-4 di dunia. Disaat negara saudara (Amerika, Cina, dan India) mampu memanfaatkan jumlah penduduk yang besar untuk menjadi negara yang besar dan makmur, Indonesia masih belajar untuk kesitu. Yang mau saya sampaikan, ayolah, kalau tujuannya untuk berkomunikasi, kenapa harus import. Apakah kita akan berat hati bila ada perusahaan Indonesia yang mendunia? Enggak kan? Justru kita akan semakin terpanggil untuk bergerak lebih cepat lagi agar Indonesia menjadi negara yang mandiri dan tidak digerakkan oleh negara lain. Kalo kalian ingin berkomunikasi dengan teman, sahabat-sahabat dan kekasih dengan cepat, Indonesia juga mampu membuat social media yang akan memudahkan kalian melakukan itu . Korea Selatan punya Kakaotalk, Cina punya WeChat dan Indonesia punya Catfiz. Ingat Catfiz. Ayolah, dengan visi Share to Anyone, Catfiz dapat membantu kita untuk berhubungan dengan teman kita. Kita harus bangga menggunakan produk ini. Inilah identitas bangsa Indonesia .

https://play.google.com/store/apps/details?id=com.catfiz

Kalo tujuannya komunikasi , kenapa harus import ?