Checklist : Film tentang Bagaimana Sistem Pendidikan Seharusnya - Part 1

Iosi Pratama

on January 15, 2018


Ketika weekend, biasanya waktu saya gunakan untuk refreshing sejenak dan biasanya kegiatan yang saya lakukan adalah Movithon atau Movie Marathon. Jadi di Movithon kita melihat beberapa film sekaligus dalam satu penuh. Biasanya saya nonton sampe 3 film dalam sehari saat melakukannya. Untuk genre film bisa berbeda-beda tiap orang. Bagi saya sendiri selain genre Team Work, saya juga sangat suka dengan film yang membahas tentang Sistem Pendidikan. Beberapa alasan pentingnya adalah karena saya percaya pendidikan atau pengetahuan adalah hal yang mampu menunjukkan kepada seseorang mana yang salah dan mana yang benar. Selain itu, pendidikan menjadi akar masalah dan solusi bagi permasalah yang lebih lainnya seperti kelaparan, banyaknya pengaguran, kriminal, dll. Alasan kedua adalah karena saya ingin suatu saat menciptakan sebuah program development sendiri. Lembaga pendidikan yang memberikan pengalaman baru dalam proses belajar kepada pembelajarnya. ... Kembali ke fokus artikel ini. Tujuan saya menulis artikel ini adalah selain untuk pengingat saya sendiri. Diharapkan juga ketika ada yang membaca artikel ini. Kalian juga memiliki pikiran yang setidaknya gambaran besarnya sama seperti pikiran saya. Dibawah ini kumpulan film yang menjadi to-watch list saya tentang bagaimana sih sistem pendidikan yang seharusnya. Bagaimana cara mengajar manusia dengan lebih baik lagi.

1. Lean On Me  (1989)

Lean on Me merupakan film biopik yang mengangkat kisah nyata seorang kepala sekolah berkulit hitam bernama Joe Clark alias “Crazy Joe”. Diceritakan seorang kepala sekolah berkulit hitam yang tidak lain adalah Joe Clark (Morgan Freeman) dalam menanamkan kedisiplinan pada setiap muridnya yang terkenal susah diatur tersebut. Banyak orang yang menganggap Clark otoriter, sombong, dan egois karena suka memaksakan kehendaknya sendiri tanpa peduli dengan orang lain. Meskipun demikian, Clark dikatakan berhasil sebagai sosok kepala sekolah yang dicintai, dihormati, sekaligus dibenci, dan ditakuti. Lean on Me memberi pesan sederhana bahwa untuk mencetak para generasi muda yang berguna di masyarakat, diperlukan sesosok manusia yang penuh dedikasi, keberanian, dan ketegasan luar biasa. Secara keseluruhan, Lean on Me menjadi film pendidikan terbaik sepanjang masa yang layak ditonton oleh siapa saja yang menyukai biopik berkualitas.

2. Stand and Deliver (1988)

Berikutnya, ada Stand and Deliver besutan Ramon Menendez yang sekaligus menjadi penulis naskah ditemani oleh Tom Musca. Stand and Deliver menampilkan kisah hidup dari seorang guru komputer yang bernama Jaime Escalante. Jamie Escalante dalam film tentang pendidikan ini diperankan oleh Edward James Olmos. Film klasik yang rilis pada 1988 ini menggambarkan pentingnya peran guru di tengah kehidupan masyarakat saat ini. Pesan yang tersirat dari Stand and Deliver adalah “

”. Jamie yang memiliki

pandangan revolusioner

sebagai seorang guru menunjukkan usahanya untuk membuat muridnya lulus ujian kalkulus.

3. Dangerous Minds (1995)

Dalam kegiatan pembelajaran, seorang guru harus bisa menyesuaikan sistem yang dianut dalam mengajar dengan keadaan kelas. Sekurang-kurangnya, itulah sedikit pesan yang ingin disampaikan oleh Dangerous Minds. Di mana seorang guru bernama Louanne Johnson mengalami kesulitan dan hampir frustasi dengan keadaan murid-murid di kelasnya, yang rata-rata berstatus ekonomi ke bawah dan memiliki geng. Louanne yang dahulunya menjabat sebagai marinir mulai menunjukkan ketegasannya dalam mengajar. Secara berangsur, Louanne yang tadinya tidak diterima oleh anak muridnya mulai mendapatkan tempat dan bahkan mereka menyematkan sebutan “cahaya” baginya. Dalam proses dan metode pembelajaran yang ia lakukan, Louanne tidak hanya mendidik anaknya secara teoritis, tetapi juga secara emosional. Satu sisi yang harus diperhatikan oleh setiap guru pengajar, di mana keberhasilan murid atau peserta didiknya secara nyata bergantung pada metode pembelajaran yang diadopsi oleh seorang guru.

4. MR Holland’S Opus (1995)

Film Mr Holland’s Opus mencerita perjuangan seorang guru yang mengajar musik di sebuah sekolah menengah atas selama 30 tahun. Film pendidikan bagus tahun yang rilis tahun 1995 ini berhasil membopong piala dalam nominasi Oscar dan Golden Globe untuk kategori aktor terbaik. Mr Holland’s Opus menampilkan kisah seorang musisi dan komposer berbakat bernama Glen Holland yang menjabat sebagai seorang guru. Holland mempunyai ekspetasi bahwa seorang guru bisa membuat perubahan besar pada setiap murid didikannya. Tapi setelah belum lama mengajar, Holland didapuk oleh kenyataan bahwa menjadi seorang guru bukanlah pekerjaan yang mudah. Kenyataan pahit tersebut ia rasakan dengan melihat reaksi anak muridnya yang merepresentasikan kebosanan atas pelajaran yang dirinya berikan. Hingga kemudian, Holland menyadari dan mengubah cara pengajarannya sehingga berhasil melibatkan siswa untuk merasuk ke dalam jiwa musik. Keberhasilannya tersebut menjadikan Holland sebagai guru yang difavoritkan oleh kepala sekolah maupun para muridnya.

5. Dead Poets Society (1989)

Dead Poets Society seakan menjadi film yang mencanangkan kebebasan berpikir dalam dunia pendidikan, khususnya di dunia sastra. Cerita bermula disaat seorang guru pengganti Bahasa Inggris bernama John Keating (diperankan oleh Robin Williams) memberikan pengarahan pandangan dengan cara yang berbeda dan tidak terikat oleh pendekatan kuantitatif kepada siswanya sepada pada umumnya. Pada awal pertemuannya, John langsung menciptakan kesan takjub dan tak terlupakan untuk ketuju siswa yang berasal dari keluarga terhormat itu. Dia meminta siswa untuk merobek halaman yang berisi metode pendekatan tersebut. Hingga suatu hari, beberapa siswa didik John membuat perkumpulan bernama Dead Poet Society. Sejak saat itulah jiwa-jiwa “pemberontak” dari ketujuh siswa tersebut muncul sehingga membuat John disalahkan akibat perbuatannya. Kendati demikian, John tetap disegani cara berpikirnya oleh semua murid dalam akademi tersebut. Dead Poets Society berhasil menyematkan pesan berdasarkan satu kasus yang ada pada film bertema pendidikan terbaik ini, yaitu: “

”.

6. To Sir, With Love (1967)

Film yang diproduksi pada tahun 1967 ini bercerita tentang seorang pria bernama Sidney Poitier yang terlibat hutang. Masalah yang menimpa dirinya tersebut membuat ia mengambil posisi sebagai guru pengajar di sebuah sekolah di pinggiran kota London agar bisa melunasi tagihan hutang yang jumlahnya menggunung tersebut. Cerita yang diangkat banyak memberi inspirasi pada kita mengenai bagaimana seorang Poitier dalam perannya sebagai guru memberikan pelajaran tentang kehidupan kepada muridnya. Pelajaran tersebut Poitier rasa menjadi kebutuhan penting yang harus dimiliki oleh setiap muridnya. Dengan pelajaran tentang memahami hidup yang ia sampaikan pada kenyataannya membawa dampak yang luar biasa terhadap kehidupan pribadi para muridnya. To Sir, With Love dengan durasi tayang 105 menit ini disutradari oleh James Clavell. Selain Sidney Poitier, ada juga nama Judy Geeson, Christian Roberts, Suzy Kendall, dan Patricia Routledge yang turut meramaikan film pendidikan yang menginspirasi ini.

7. Taare Zameen Par (2007)

Film pendidikan Aamir Khan berjudul Taare Zameen Par ini menceritakan seorang anak lelaki yang menderita disleksia bernama Ihsan yang dianggap bodoh oleh ayahnya sendiri. Ihsan dianggap sebagai anak bandel karena suka berbohong, hobi bolos, dan dicap sebagai pemalasn. Ihsan tampak berbeda dengan anak seusianya. Karena itu pula Ihsan tidak mempunyai teman dan bahkan seringkali dicemooh oleh teman-teman sebayanya. Hingga suatu hari datang seorang guru bernama Ram yang diperankan oleh Aamir Khan. Ram menyadari bahwa Ihsan adalah anak spesial yang mempunyai imajinasi luar biasa. Terbukti dari banyak gambar buatannya yang unik dan kreatif. Ram dengan segala cara membantu Ihsan untuk bisa meluapkan kecerdasan yang tidak dimiliki banyak orang tersebut, terlebih dia masih anak-anak. Taare Zameen Par merupakan film pendidikan anak dari India tahun 2007 yang diproduksi oleh Aamir Khan dengan mengambil peran sendiri sebagai guru dalam film besutannya ini. Taare Zameen Par banyak mendapatkan tanggapan positif karena inti cerita yang menginspirasi banyak orang. Pesan yang jelas ingin disampaikan oleh Aamir Khan pada film ini tak lain ialah kita sebagai manusia, tidak berhak memperlakukan buruk orang lain yang terlihat berbeda dengan kita. Juga menyinggung setiap orang tua untuk tidak membebani anak terhadap pencapaian-pencapaian yang harus ia raih.

8. 3 Idiots (2009)

Selain Taare Zameen Par, ada juga 3 Idiots, sebuah film pendidikan terbaik sepanjang masa yang banyak memberikan pesan moral terkait sistem pembelajaran yang dipegang oleh banyak perguruan tinggi. 3 Idiots menceritakan kehidupan tiga orang sahabat yakni Farhan Qureshi, Raju Rastogi, dan Ranchoddas Shamaldas yang dikenal dengan nama Rancho. Jika sampai saat ini kamu belum pernah menontonnya, maka disarankan untuk tidak membaca review atau resensi mengenai film ini. S ebab, salah seorang diantara mereka bertiga ternyata menyimpan rahasia besar yang tidak pernah diketahui oleh kedua sahabatnya tersebut. Banyak pesan moral yang bisa kamu petik setelah menonton film Bollywood bertema pendidikan berjudul 3 Idiots ini, seperti salah satu kesuksesan terbesar dalam hidup adalah di saat kita berani mengejar mimpi dan cita-cita sesuai keinginan hati. Selain itu, 3 Idiots juga memberi dampratan keras terhadap dunia pendidikan yang selama ini dianut oleh banyak pihak pendidik di mana dalam proses belajar, hal yang sepantasnya dijadikan tujuan adalah pemahaman tentang ilmu pengetahuan, bukan sebatas nilai ataupun ijazah sebagai bukti kelulusan.

9. Accepted (2006)

Accepted menceritakan sekumpulan remaja yang baru saja lulus SMU. Peran utamanya adalah Bartleby Gaines yang harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang perguruan tinggi. Bongkah demi bongkahan usaha yang dilakukan Gaines untuk menembus ke universitas nyatanya belum berhasil. Benar, semua universitas yang Gaines lamar menolaknya. Hal ini membuat orang tua Gaines yang sedikit kolot membahas soal pendidikan kebakaran jenggot, terlebih perasaan yang dialami oleh Gaines sendiri. Pusing memikirkan masa depan, Gaines beserta teman-temannya mempunyai ide konyol dan bahkan mengeksekusi ide gila tersebut. Gaines mendirikan sebuah universitas fiktif dengan tujuan membebaskan diri dari tekanan yang dibawa orang tuanya. Universitas fiktif buatannya diberi nama South Harmon Institute of Technology atau disingkat S.H.I.T yang menggunakan konsep pembelajaran yang lebih fleksibel dan sederhana. Berlalunya hari menjadikan S.H.I.T semakin banyak peminatnya. Tentunya, mereka yang berminat masuk juga bernasib sama dengan pendiri universitas palsu tersebut. Lalu, bagaimana kelanjutan dari universitas yang membawa revolusi baru di dunia pendidikan ini? Accepted menjadi salah satu film Hollywood bertemakan pendidikan dengan bumbu komedi yang layak untuk Anda tonton. Dikepalai oleh seorang Steve Pink dan penulis naskah oleh Adam Cooper, Bill Collage, dan Mark Perez. Film ini menampilkan kenyataan sebenarnya mengenai dunia pendidikan yang terasa tidak adil untuk sebagian orang. “Jangan menilai orang dari luarnya saja”, itulah pesan yang disampaikan oleh film pendidikan moral Accepted. Terdengar klise? Memang. Tapi, seperti itulah realita yang berlangsung di tengah masyarakat modern seperti sekarang ini.

10. Gifted Hands: The Ben Carson Story (2009)

Pendidikan tidak melulu diraih di sekolah atau universitas, karena itu ada pernyataan yang menyebutkan kalau ibu adalah sekolah terbaik bagi anak-anaknya. Itulah yang nampak pada film Gifted Hands: The Ben Carson Story ini. Ben Carson dan kakaknya yang dididik dengan cara berbeda dari kebanyakan anak. Ibu kandung Carson dan Curtin, kakanya, selalu memberi tugas kepada mereka berdua untuk menghabiskan dua buku dalam seminggu. Buku yang telah dibaca tadi harus dibuat ringkasannya dan diterangkan mengenai isinya pada sang ibu. Pendidikan yang luar biasa dari sang ibu berhasil menjadikan Carson yang sebelumnya selalu mendapatkan nilai rendah mendapati perubahan yang menakjubkan. Nilainya beranjak naik dan pendidikannya berlanjut hingga jenjang perguruan tinggi. Selain menampilkan pendidikan dalam keluarga, Gifted Hands: The Ben Carson Story juga memberikan pelajaran kepada kita untuk selalu percaya diri. Peran sang ibu pada film pendidikan berkarakter ini menjadi pelecut untuk setiap penonton agar menghargai kerja keras seorang ibu yang telah bekerja keras untuk membesarkan anaknya hingga berhasil dan sukses. “

”, itulah kutipan berharga yang setidaknya harus Anda tanamkan dalam hati agar semangat dalam menggapai mimpi tak pernah redup.