Design Sprint (Jumat) - Validate

Iosi Pratama

on February 2, 2018


Tulisan ini adalah rangkaian series Product Design Sprint 101 bagaimana metode design sprint dilakukan. Sebagaimana pada tulisan (Product Design Sprint 101 – Bahasa Indonesia), dijelaskan mengenai design sprint sebagai suatu metode untuk membangun konsep, solusi dan design product secara menyeluruh dengan 5 tahapan yang dilalui dan dapat dilakukan selama 5 hari. Tulisan ini adalah seri keenam yaitu hari jumat dari design sprint. Last day in design sprint - Validate. Suasana lega bercampur penasaran terhadap kerja keras selama beberapa hari design sprint untuk divalidasi ke real user. Iya hari ke lima ini adalah validate yaitu user test terhadap prototype yang telah dibuat, tujuannya adalah untuk mempelajari apa saja yang diterima dan yang tidak diterima oleh user. Hari ke lima ini, kita akan menjalankan user study, menunjukkan prototype kepada real user. Real user maksudnya orang yang bukan bagian dari organisasi atau perusahaan, orang yang sudah kita kategorikan masuk sebagai user product kita.

How to run user study?

Setidaknya harus ada dari anggota tim yang memiliki kemampuan dan mengerti bagaimana menjalankan 

 dan konsep tanya jawab. Namun jika tidak ada yang mengerti menjalankan 

, segera pelajari secara singkat 

.

Berikut referensi yang bisa menjadi acuan

Michael Margolis

- Google Ventures,

, (

https://library.gv.com/get-better-data-from-user-studies-16-interviewing-tips-328d305c3e37

)

John Zeratsky

- Google Ventures,

, (

https://library.gv.com/gv-guide-to-research-847cfb08fcef

)

Michael Margolis

- Google Ventures,

(

https://library.gv.com/how-to-hack-your-body-language-for-better-interviews-2b28b99ece6d

)

Berikut hal-hal yang dilakukan di hari kelima design sprint - 

:

1. List semua key question

Sebelum memulai, tentukan dan sepakati terlebih dahulu hal apa yang ingin didapat dan dipelajari dari 

 ini. Yaitu dengan merancang pertanyaan kunci. Berikut tips yang bisa digunakan untuk merancang pertanyaan kunci.

Lihat kembali konflik dan asumsi yang dibuat di fase Decide. Test asumsi yang ditandai dengan user study, sekaranglah saatnya untuk mengujinya.

Jika ada battle royole, berarti ada lebih dari satu versi prototype. Interviewer harus mengerti betul perbedaan masing-masing versi prototype dan membuat pertanyaan yang tepat untuk mendapatkan respond dari tiap versi.

Bawakan juga beberapa product kompetitor sebagai komparasi, namun semuanya didudukan sebagai free-prototype.

Semua hal yang dapat dilihat dari mata user, semua hal untuk mengetahui seberapa mengerti user terhadap product kita.

2. Persiapkan ruang observasi

Siapkan dua ruangan, satu ruangan untuk user interview dan satu lagi ruangan untuk tim melihat secara langsung jalannya interview dan mencatat segala hal yang perlu. Semua yang berpartisipasi di sprint harus berada diruangan observasi. Di ruangan ini semuanya akan mengobservasi user memakai product kita. Fokus ke pertanyaan kunci yang sudah disepakati dan cermati respond user, baik itu jawaban lisan atau gerak gerik dari user.

3. Test A/V sebelum memulai interview

Untuk dapat melihat secara live, tentu harus dipersiapkan teknologi 

. Banyak aplikasi yang bisa dipakai untuk itu seperti 

 dan 

. Atau teknologi lain yang dimiliki oleh organisasi dan perusahaan. Pastikan di test terlebih dahulu sebelum memulai 

 ini, idealnya sehari sebelumnya sudah dipersiapkan sehingga diawal hari kelima ini, test A/V tidak ada kendala berarti.

4. Jangan pengaruhi user

Ketika 

 dan test prototype ke user, jangan sekali-sekali mempengaruhi atau menghina ketika mereka misalnya 

 untuk mengerti dan memakai 

. Sebaliknya justru kita berupaya mencari design yang mana yang susah dimengerti. Fasilitator hendaknya mengingatkan tim untuk tidak menjelekkan user atas respond apapun, karena kita berhutang kepada mereka yang bersedia untuk menguji product kita.

5. Catat semua hal

Karena tugas semua tim member untuk observasi selama interview, catat hal yang positif, negatif, bagus, jelek dan lain-lain. Usahakan untuk menggunakan kertas, jangan gunakan laptop, supaya lebih fokus.

6. Assign court reporter

Assign seorang dari tim sebagai notulen selama interview, gunakan laptop untuk mengetik semua percakapan interview. Sebaiknya dilakukan bergantian dengan anggota lain untuk setiap user yang berbeda. Tujuan dari pencatatan ini adalah sebagai bahan untuk diskusi berikutnya, serta memudahkan untuk mereview ulang hasil dari interview yang sudah dilakukan.

7. Scoreboard

Sediakan 

 yang besar untuk mengumpulkan 

. Buat format table, dimana kolom adalah user(partisipan) sedangkan baris untuk bagian topik yang dibahas di interview. Gunakan markers/spidol berwarna, warna merah untuk yang bersifat negatif, warna hijau untuk yang positif dan sesuai harapan, warna hitam untuk catatan selain itu. Tujuan dari scoreboard ini adalah untuk 

 yang didapat.

Hasil observasi

Ketika berlangsungnya observasi selama sesi interview, banyak hal yang mungkin terjadi.

Sesi user 1

, bisa suka atau tidak suka dengan prototype kita. Namun jangan langsung mengambil keputusan, bisa saja memang pandangan orang berbeda. Bisa juga ada masalah di prototype seperti link yang tidak jalan, typo dan lainnya, kalau hal ini terjadi segera setelah sesi pertama selesai, langsung diperbaiki sebelum dilanjutkan ke sesi interview user kedua.

Sesi user 2 - 4

, bisa juga mempunyai perbedaan pandangan dengan expected result. Jika ini terjadi segera dikomunikasikan dengan interviewer untuk memandu bagian yang mana user kesulitan disana.

Sesi terakhir 5 - 6

, sudah bisa dilihat pola/

, bisa jadi bagian tertentu sesuai ekspektasi dan bagian tertentu tidak sesuai harapan. Untuk lebih meyakinkan, dicross check kembali catatan-catatan selama sesi interview. Pada 

 diberi 

 dengan tanda warna hijau untuk bagian yang sesuai dengan ekspektasi dan tanda warna merah yang tidak sesuai harapan. Kemudian buat list hasil summary yang 

 dan yang 

. Banyak pelajaran dan 

 yang bisa diambil untuk langkah selanjutnya. Sprint pertama pun selesai. Akhirnya bisa bernafas lega.

Next Sprint

Yes, seperti metode agile yang lain. Sangat jarang bisa menyelesaikan 

 atau 

 dalam satu sprint. Jadi sudah dipastikan ada sprint berikutnya. Berkaca dari hasil validasi hari ke-5 design sprint, ada tiga kemungkinan yang bisa terjadi.

1. Sebagian besar sesuai ekspektasi

Biasanya kemungkinan ini didapatkan setelah melakukan lebih dari satu 

. Jika kondisi ini didapat, maka dibutuhkan satu kali sprint lagi untuk menyempurnakan hal-hal minor. Next Sprint dimulai dari 

step 3 (decide)

.

2. Beberapa Big Questions

Kemungkinan ini lebih sering terjadi: ada yang sesuai, ada yang butuh diperbaiki, banyak yang perlu diganti. Jika kita menggunakan 

, akan sangat mudah untuk memodifikasinya. Dan banyak pelajaran dan big problem yang didapat dari sprint sebelumnya menjadi fokus untuk dicari solusi solusi. Next Sprint dimulai dari 

step 2 (diverge)

.

3. Everything exploded

Sebagian besar prototype gagal mendapat respond positif dari user. Tidak usah khawatir, hal ini sangat wajar. Di dunia nyata lebih banyak produk gagal, hanya sebagian kecil yang berhasil. Beruntungnya dengan design sprint, kita lebih cepat dan lebih murah untuk mengetahui kegagalan product. Belum diimplematasikan dan di release, namun kita sudah mengetahui kesalahan dan kegagalan. Next Sprint kembali dari 

step 1 (understand)

, pastikan hasil user study hari ini menjadi pijakan untuk exercise understanding.

Learn Early, Learn Often.

 akan lebih mudah karena banyak pelajaran yang didapat, dan sudah mulai terbiasa untuk melakukan 

 di setiap tahapan. Lima hari 

 akan sangat menguras energi, jika tidak maka banyak exercise yang mungkin tidak dilakukan dengan benar. Tentu dibutuhkan kerja keras dan kesungguhan untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Demikian enam seri bagaimana melakukan 

 untuk mendapatkan solusi-solusi yang brilian kedalam product. Seri 

 ini sebagian disarikan dari 

 (

www.gv.com

). Banyak hal yang belum tercover ditulisan ini, yang kedepannya akan direvisi sesuai pengalaman dan penemuan berikutnya.